Preventive dan corrective maintenance adalah dua pendekatan yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan — preventive maintenance yang baik tetap tidak menghilangkan kebutuhan corrective maintenance sepenuhnya. Panduan ini membandingkan keduanya agar Anda memahami kapan masing-masing relevan.
Apa yang sedang Anda putuskan
Anda kemungkinan sedang menentukan strategi maintenance untuk aset Anda — apakah berinvestasi pada program preventive yang lebih intensif, atau mengandalkan pendekatan corrective untuk aset tertentu.
Perbandingan preventive dan corrective maintenance
Aspek yang membedakan preventive dan corrective maintenance
- Trigger — preventive dijadwalkan berdasarkan waktu atau kondisi; corrective dipicu oleh masalah yang sudah muncul
- Tujuan — preventive mencegah kegagalan; corrective memulihkan fungsi setelah masalah terjadi
- Timing — preventive direncanakan; corrective umumnya tidak terjadwal
- Data yang dibutuhkan — preventive memerlukan riwayat dan rekomendasi manufacturer; corrective memerlukan diagnosis masalah aktual
- Downtime — preventive dapat direncanakan untuk meminimalkan gangguan; corrective downtime lebih sulit diprediksi
- Cost visibility — biaya preventive lebih terprediksi; biaya corrective dapat bervariasi tergantung tingkat kerusakan
- Dokumentasi — keduanya memerlukan pencatatan, tetapi corrective umumnya mencatat root cause tambahan
Preventive maintenance mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan masalah, tetapi tidak dapat menjamin tidak akan ada kebutuhan corrective maintenance — kegagalan komponen di luar prediksi, kondisi tersembunyi, atau kejadian eksternal tetap dapat terjadi.
Bagaimana pendekatan ini digunakan oleh Arkavena
Dalam ruang lingkup yang disepakati, Arkavena dapat membantu menentukan aset mana yang diprioritaskan untuk preventive maintenance berdasarkan kekritisan fungsi dan riwayat kondisi, sambil tetap menyediakan mekanisme penanganan corrective maintenance melalui work order ketika masalah muncul di luar jadwal. Kedua pendekatan ini didokumentasikan dalam maintenance history yang sama, sehingga pola masalah dapat diidentifikasi dari waktu ke waktu.
Keputusan mengenai proporsi anggaran antara preventive dan corrective, serta prioritas aset mana yang mendapat perhatian preventive lebih intensif, tetap berada di tangan pemilik aset berdasarkan rekomendasi yang diberikan.
Risiko dan keterbatasan
Strategi yang terlalu bergantung pada corrective maintenance berisiko menghadapi downtime tak terduga dan biaya perbaikan yang lebih tinggi ketika masalah sudah membesar. Sebaliknya, preventive maintenance yang berlebihan pada aset dengan risiko rendah dapat menghabiskan anggaran yang sebenarnya lebih dibutuhkan pada aset lain yang lebih kritis.
Kapan perlu melibatkan profesional
Penentuan strategi maintenance yang tepat untuk setiap jenis aset umumnya memerlukan masukan dari teknisi atau spesialis yang memahami karakteristik dan riwayat kegagalan komponen tersebut, terutama untuk sistem MEP atau elemen struktural.
Sumber data
Kerangka perbandingan pada panduan ini merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung.
Layanan terkait
Strategi maintenance untuk aset Anda dapat didiskusikan melalui layanan Building Maintenance Arkavena.
Panduan terkait
Untuk memahami cara menyusun jadwal preventive maintenance, lihat Jadwal Preventive Maintenance Bangunan. Untuk memahami elemen kontrak yang mengatur kedua jenis pekerjaan ini, lihat Kontrak Building Maintenance. Kembali ke Apa Itu Building Maintenance untuk peta lengkap cluster ini.

