Proses Kerja
Cara Kerja Arkavena
Dari konsultasi awal hingga serah terima, setiap tahap dirancang agar ruang lingkup, biaya, jadwal, dan keputusan penting tetap terdokumentasi.

Tahapan berikut menggambarkan alur kerja Arkavena secara umum. Cakupan dan urutan detail dapat mencakup penyesuaian tergantung ruang lingkup dan kontrak setiap proyek.
Tahapan delivery Arkavena
Konsultasi awal
Diskusi awal untuk memahami gambaran umum proyek, kebutuhan, dan ekspektasi pemilik proyek.
Identifikasi kebutuhan dan tujuan proyek
Kebutuhan fungsional, batasan, dan tujuan proyek dirumuskan bersama pemilik proyek.
Pengumpulan data dan peninjauan kondisi
Data lokasi, kondisi eksisting, dan dokumen yang tersedia dikumpulkan dan ditinjau.
Penetapan ruang lingkup
Ruang lingkup pekerjaan dirumuskan secara tertulis agar dapat menjadi acuan bersama.
Perencanaan biaya, jadwal, risiko, dan metode kerja
Rencana kerja disusun dapat mencakup estimasi biaya, jadwal, identifikasi risiko, dan metode pelaksanaan.
Persetujuan lingkup dan mekanisme kerja
Ruang lingkup dan mekanisme kerja disepakati sebelum pelaksanaan dimulai.
Pelaksanaan atau pendampingan proyek
Pekerjaan fisik dilaksanakan, atau Arkavena mendampingi pelaksanaan sesuai peran yang disepakati.
Monitoring biaya, mutu, jadwal, dan perubahan
Progres proyek dipantau secara berkala pada aspek biaya, mutu, jadwal, dan perubahan pekerjaan.
Pelaporan dan keputusan korektif
Hasil monitoring dilaporkan kepada pemilik proyek untuk mendukung keputusan korektif bila diperlukan.
Pemeriksaan akhir, handover, dan tindak lanjut
Pemeriksaan akhir dan serah terima dilakukan sesuai kontrak, dapat mencakup tindak lanjut pascaserah terima.
Data yang perlu disiapkan calon klien
Persiapan sebelum konsultasi
- Gambaran umum jenis dan lokasi proyek
- Dokumen kondisi eksisting bila tersedia (foto, gambar, sertifikat tanah)
- Perkiraan kebutuhan ruang atau fungsi bangunan
- Target waktu pelaksanaan bila sudah ada
- Batasan anggaran awal bila sudah ada
Keputusan yang perlu disepakati sebelum mulai
Sebelum pelaksanaan dimulai, ruang lingkup pekerjaan, mekanisme pelaporan, dan cara penanganan perubahan pekerjaan perlu disepakati bersama. Hal ini membantu menghindari kesalahpahaman di tengah proyek.
Bagaimana perubahan pekerjaan ditangani
Perubahan pekerjaan yang muncul selama pelaksanaan didokumentasikan, dievaluasi dampaknya terhadap biaya dan jadwal, lalu dikonfirmasikan kepada pemilik proyek sebelum dilaksanakan.
Bagaimana pelaporan dilakukan
Pelaporan progres dapat mencakup status pekerjaan, penggunaan anggaran, dan catatan perubahan, disampaikan secara berkala sesuai mekanisme yang disepakati.
Lihat cakupan layanan di halaman Layanan, atau langsung mulai diskusi melalui halaman Konsultasi Proyek.
Mulai dengan konsultasi awal
Bahas kebutuhan proyek Anda
Diskusikan ruang lingkup, target biaya, dan jadwal sebelum pekerjaan dimulai.
