Langsung ke konten utama
ARKAVENA Construction & Facility Care

Proses Kerja

Cara Kerja Arkavena

Dari konsultasi awal hingga serah terima, setiap tahap dirancang agar ruang lingkup, biaya, jadwal, dan keputusan penting tetap terdokumentasi.

Ilustrasi abstrak komposisi geometris bertema konstruksi dengan garis dan bidang terstruktur

Tahapan berikut menggambarkan alur kerja Arkavena secara umum. Cakupan dan urutan detail dapat mencakup penyesuaian tergantung ruang lingkup dan kontrak setiap proyek.

Tahapan delivery Arkavena

  1. Konsultasi awal

    Diskusi awal untuk memahami gambaran umum proyek, kebutuhan, dan ekspektasi pemilik proyek.

  2. Identifikasi kebutuhan dan tujuan proyek

    Kebutuhan fungsional, batasan, dan tujuan proyek dirumuskan bersama pemilik proyek.

  3. Pengumpulan data dan peninjauan kondisi

    Data lokasi, kondisi eksisting, dan dokumen yang tersedia dikumpulkan dan ditinjau.

  4. Penetapan ruang lingkup

    Ruang lingkup pekerjaan dirumuskan secara tertulis agar dapat menjadi acuan bersama.

  5. Perencanaan biaya, jadwal, risiko, dan metode kerja

    Rencana kerja disusun dapat mencakup estimasi biaya, jadwal, identifikasi risiko, dan metode pelaksanaan.

  6. Persetujuan lingkup dan mekanisme kerja

    Ruang lingkup dan mekanisme kerja disepakati sebelum pelaksanaan dimulai.

  7. Pelaksanaan atau pendampingan proyek

    Pekerjaan fisik dilaksanakan, atau Arkavena mendampingi pelaksanaan sesuai peran yang disepakati.

  8. Monitoring biaya, mutu, jadwal, dan perubahan

    Progres proyek dipantau secara berkala pada aspek biaya, mutu, jadwal, dan perubahan pekerjaan.

  9. Pelaporan dan keputusan korektif

    Hasil monitoring dilaporkan kepada pemilik proyek untuk mendukung keputusan korektif bila diperlukan.

  10. Pemeriksaan akhir, handover, dan tindak lanjut

    Pemeriksaan akhir dan serah terima dilakukan sesuai kontrak, dapat mencakup tindak lanjut pascaserah terima.

Data yang perlu disiapkan calon klien

Persiapan sebelum konsultasi

  • Gambaran umum jenis dan lokasi proyek
  • Dokumen kondisi eksisting bila tersedia (foto, gambar, sertifikat tanah)
  • Perkiraan kebutuhan ruang atau fungsi bangunan
  • Target waktu pelaksanaan bila sudah ada
  • Batasan anggaran awal bila sudah ada

Keputusan yang perlu disepakati sebelum mulai

Sebelum pelaksanaan dimulai, ruang lingkup pekerjaan, mekanisme pelaporan, dan cara penanganan perubahan pekerjaan perlu disepakati bersama. Hal ini membantu menghindari kesalahpahaman di tengah proyek.

Bagaimana perubahan pekerjaan ditangani

Perubahan pekerjaan yang muncul selama pelaksanaan didokumentasikan, dievaluasi dampaknya terhadap biaya dan jadwal, lalu dikonfirmasikan kepada pemilik proyek sebelum dilaksanakan.

Bagaimana pelaporan dilakukan

Pelaporan progres dapat mencakup status pekerjaan, penggunaan anggaran, dan catatan perubahan, disampaikan secara berkala sesuai mekanisme yang disepakati.

Lihat cakupan layanan di halaman Layanan, atau langsung mulai diskusi melalui halaman Konsultasi Proyek.

Mulai dengan konsultasi awal

Bahas kebutuhan proyek Anda

Diskusikan ruang lingkup, target biaya, dan jadwal sebelum pekerjaan dimulai.